Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 20 Agustus 2014

Sesederhana mungkin

Sering merindukan yang aku sendiri tidak berani untuk mempertanyakan untuk apa dan mengapa aku harus merasakan itu semua. Mungkin sudah mulai lupa harus mulai dari mana untuk rasa yang bertubi – tubi. Aku sangat menikmati semua yang di sembunyikan begitu rapi, walau tidak jarang beberapa kawan dapat mengetahuinya tanpa harus aku berucap.
Aku suka dengan senyum manis itu, aku suka melihat dia dari berbagai sudut bahkan sesempit apapun itu. Aku suka menatapnya lama – lama tanpa harus dapat balasan tatapan itu. Aku suka cara dia tertawa, yang dapat menyentuh rasa yang lama terlantar. Aku suka cara dia mencaci saat aku tidak dapat menyadarkan apa yang sudah terucap. Aku suka cara dia menatap, terasa begitu dekat walau ku sadar ini semua berjarak.

Pagi itu aku kembali menatapnya dengan jarak yang aku sukai, ya tidak dekat juga tidak jauh. Ntah kenapa senyumnya tidak sering diumbar pagi itu. Aku nikmati setiap geraknya, aku menyukai cara memandang seperti ini. Terasa lama sekali aku tidak menikmati pandangan seperti ini, dan saat itu aku coba untuk tidak menumpahkan semuanya agar aku masih bisa merindukan pandangan seperti ini. Biarkan walau aku hanya bisa menikmatinya dengan cara seperti ini, bahkan aku tidak lagi peduli dengan embel – embelnya. Ini tidaklah cukup memang, tapi aku tetap menikmatinya.  Jangan protes dan jangan demo aku. Karena aku berhak menikmati dengan cara yang aku punya