Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 15 Oktober 2014

Merindu X Bukan X Merindukanmu



Sudah lama sepertinya kita ada dalam satu cerita ini. Jika kamu bertanya detail waktu itu akan aku jawab tanpa ragu. Kita saling mengenal tidak dengan cara yang bisa. Manaruh kepercayaan pada ketikan setiap tone keyboard untuk mengenal itu adalah kita lampau. Apa kau ingat dimana pertama kali kita saling menyapa? Hingga hari aku masih sangat mengingat detak jatung berdebar saat jabat tangan itu. Aku tahu kamu lah yang akan mengawali cerita kau dan aku. Di hari yang biasa kamu yakinkan aku untuk temani setiap genggam tangan ini, setiap peluk yang begitu membuatku nyaman, tatapan hangat yang kadang aku rindukan. Kita pernah lewati hari yang menua bersama senja merona di ufuk barat. Habisi malam tak peduli dingin yang menusuk karena kita nikmati saat itu. Seringan aku berhayal tentang kita menua bersama duduk di sofa favoritmu dan aku ada di sampingmu tanpa ragu hingga akhir.

Waktu cepat berlalu sepertinya, ya 6 tahun sudah cincin ini melingkar di jariku. Kamu yang selalu bisa menjadi kekasihku, duniaku, sahabatku, penghiburku dan kamu adalah kekuatanku hingga saat ini. Tolong katakan ini bukan akhir dari waktu yang sudah kita lalui.  Bagaimana mungkin aku tidak merindu, saat aku begitu merindukanmu. Semoga kamu tidak lupa akan semua mimpi yang kita tulis bersama. 

#Rasa yang tidak dapat terucap