Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 02 Maret 2012

Diam


Ini hari kedua aku makin merasa sendiri, di hakimi oleh sebuah rasa. Ya rasa yang sangt besar, seakan mengoyak hati ini. Kalau saja aku boleh memilih aku mau menghempaskan semuanya kedalam jurang yang tidak berunjung, akan kubawa diri ini di dalamnya.
Teriak saja kalau perlu, tapi jangan sampe orang tahu. Biar orang melihat senyum ini selalu melebar, biar saja orang selalu melihat suara ini tertawa. Diam memang lebih baik dan itu yang aku pilih untuk melewati semua ini. Aku memang sudah tidak mempunyai pilihan, aku hampir kehabisan cara untuk menyatakan semua ini. Dan sekarang aku memilih untuk diam berkata, diam mengungkapkan sesuatu, diam merasakan, itulah yang aku pilih entah sampai kapan aku harus terdiam.
Biar lah sekarang  aku keluar dari peran ini.mungkin memang saatnya aku menjadi penonton. Agar aku lebih tau dan mengerti.

#Aku yang terdiam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar