Ini hari kedua aku makin merasa sendiri, di hakimi oleh
sebuah rasa. Ya rasa yang sangt besar, seakan mengoyak hati ini. Kalau saja aku
boleh memilih aku mau menghempaskan semuanya kedalam jurang yang tidak
berunjung, akan kubawa diri ini di dalamnya.
Teriak saja kalau perlu, tapi jangan sampe orang tahu. Biar orang
melihat senyum ini selalu melebar, biar saja orang selalu melihat suara ini
tertawa. Diam memang lebih baik dan itu yang aku pilih untuk melewati semua
ini. Aku memang sudah tidak mempunyai pilihan, aku hampir kehabisan cara untuk
menyatakan semua ini. Dan sekarang aku memilih untuk diam berkata, diam
mengungkapkan sesuatu, diam merasakan, itulah yang aku pilih entah sampai
kapan aku harus terdiam.
Biar lah sekarang aku
keluar dari peran ini.mungkin memang saatnya aku menjadi penonton. Agar aku
lebih tau dan mengerti.
#Aku yang terdiam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar