Kenapa kita harus saling gengsi untuk ungkapkan apa yang
sedang dirasa, sedang dipikirkan. Kenapa kita saling diam untuk rasa yang sama
dirasakan. Kenapa kita harus saling acuh ungkapkan bahwa kita masih saling
membutuh. Kenapa kita harus melebur dengan aktifitas yang padat ini jika hanya
untuk menutupi bahwakita punya rasa yang sama.
Apakah kita harus selalu berbahasa bisu untuk ungkapkan apa
yang kita mau. Apakah kita cukup dengan meyakinkan diri bahwa kita masih punya
rasa yang sama. Apakah kita harus mebuat cerita tanpa aksara tanpa tau apa yang
kita rasa. Apakah kita tidak sepantasnya untuk saling mengungkap apakah Kamu Aku.
# ungkapkan dan yakinkan bahwa Aku Kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar