Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 30 Januari 2013

Terimakasih Atas Kamu Sosok yang lain


Aku mulai belajar untuk menikmati kamu dari sosok yang lain. Dari sisi pantulan cermin yang kubuat merefleksikan wujud seutuhnya. Ya aku mulai belajar dari ketiadaan akan rasa yang tersimpan di satu sisi hati. Aku mencoba membuat dekat dengan berbagai hal yang sedikit aku lupakan. Dan kamu tetap setia dampingi aku dengan senyum yang selalu aku ingat itu.

Seolah hati membias tak hancur akan keadaan. Walau itu terlihat samar tapi tetap utuh selama aku masih menghirup manisnya karunia yang diberikan Nya. Kamu, ia kamu selalu melengkapi ketiadaan waktu yang tidak bisa aku penuhi. Membuat aku belajar tentang keadaan akan ketiadaan.
#kamu ada dekat denganku dari balik bingkai kaca

Selasa, 29 Januari 2013

Potongan Senja Itu KAMU...


Sore tadi menjelang malam senja menghampiri aku begitu manis. Entah ini pertanda atau apa, saat aku memandangnya aku melihat kamu. Aku melihat sosok yang mengagumi elok senja merona itu, iya mungkin itu kamu. Aku coba mengambil potongan itu, potongan senja yang sangat merona. Dan berharap aku masih ingin memilikinya walau hanya potongannya saja yang kumiliki saat ini.

Aku coba buka kembali  akan kepingan ingatanku. Sudah beberapa hari ini di setiap malam kamu hampiri aku lewat tidurku. Kau sapa aku dengan caramu, dan entah kenapa setiap aku terbangun di tengah malam aku merasa sedih. Aku harap kamu selalu dalam keadaan terbaikmu disana.
Jagalah dirimu baik – baik sayang. Kau tak perlu tanyakan, karena aku masih memiliki apa yang aku miliki dahulu.

#untuk RINDU dan aku merindukan Rasa dan Sosok itu

Selasa, 15 Januari 2013

Aku Siap


Bertanya pada sosok ini kapan siap untuk melepas seutuhnya. Tidak akan pernah siap berapa kalipun pertanyaan itu berulang dan terulang.

Lalu pertanyaan kembali muncul apakah rasa itu masih ada. Rasa itu selalu ada dan tidak berubah sekalipun, bahkan rasa itu lebih besar dari rasa sakit yang kini tertanam. Dan rasa itu selalu ada untuk rasa itu sendiri.
Bagaimana membuatnya bahagia. Mungkin hanya satu jawabanya, Ikhlas.

Aku ikhlas melepas setiap ingatan akan senyummu.
Aku ikhlas melepas dekap peluk hangatmu.
Aku ikhlas melepas setiap canda tawamu.
Aku ikhlas melepas sedih tangismu.
Aku ikhlas melepas genggam erat tanganmu.

Dan aku ikhlas melepas rasa dan sosok yang selama beberapa waktu ini terus menemani rasa ini.
Tapi biarkan aku menyimpan semua kenangan akan KITA utuh. Tanpa aku lepaskan setiap hembusnya, dan aku akan Ikhlas melepas semua itu.

Entah aku harus berterima kasih atau meminta maaf atas segala akhir cerita ini. Dan jangan pernah kamu sesali sekalipun itu menyakitkan, karena aku pun tidak pernah menyesali sedikitpun.
Maaf karena aku adalah rasa tanpa sosok ini, dan terimakasih atas semua rasa dan sosok yang kamu beri  untuk  waktu yang sangat berarti ini.

kamu telah memilih jalan yang terbaik untuk kita, dan aku yakin jalan yang kau pilih baik untuku.

# Aku adalah rasa tanpa sosok dan kamu berikan keduanya untuku.