Bertanya pada sosok ini kapan siap untuk melepas seutuhnya. Tidak
akan pernah siap berapa kalipun pertanyaan itu berulang dan terulang.
Lalu pertanyaan kembali muncul apakah rasa itu masih ada. Rasa
itu selalu ada dan tidak berubah sekalipun, bahkan rasa itu lebih besar dari
rasa sakit yang kini tertanam. Dan rasa itu selalu ada untuk rasa itu sendiri.
Bagaimana membuatnya bahagia. Mungkin hanya satu jawabanya,
Ikhlas.
Aku ikhlas melepas setiap ingatan akan senyummu.
Aku ikhlas melepas dekap peluk hangatmu.
Aku ikhlas melepas setiap canda tawamu.
Aku ikhlas melepas sedih tangismu.
Aku ikhlas melepas genggam erat tanganmu.
Dan aku ikhlas melepas rasa dan sosok yang selama beberapa
waktu ini terus menemani rasa ini.
Tapi biarkan aku menyimpan semua kenangan akan KITA utuh. Tanpa
aku lepaskan setiap hembusnya, dan aku akan Ikhlas melepas semua itu.
Entah aku harus berterima kasih atau meminta maaf atas
segala akhir cerita ini. Dan jangan pernah kamu sesali sekalipun itu
menyakitkan, karena aku pun tidak pernah menyesali sedikitpun.
Maaf karena aku adalah rasa tanpa sosok ini, dan terimakasih
atas semua rasa dan sosok yang kamu beri
untuk waktu yang sangat berarti
ini.
kamu telah memilih jalan yang terbaik untuk kita, dan aku
yakin jalan yang kau pilih baik untuku.
# Aku adalah rasa tanpa
sosok dan kamu berikan keduanya untuku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar