Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 15 Januari 2013

Aku Siap


Bertanya pada sosok ini kapan siap untuk melepas seutuhnya. Tidak akan pernah siap berapa kalipun pertanyaan itu berulang dan terulang.

Lalu pertanyaan kembali muncul apakah rasa itu masih ada. Rasa itu selalu ada dan tidak berubah sekalipun, bahkan rasa itu lebih besar dari rasa sakit yang kini tertanam. Dan rasa itu selalu ada untuk rasa itu sendiri.
Bagaimana membuatnya bahagia. Mungkin hanya satu jawabanya, Ikhlas.

Aku ikhlas melepas setiap ingatan akan senyummu.
Aku ikhlas melepas dekap peluk hangatmu.
Aku ikhlas melepas setiap canda tawamu.
Aku ikhlas melepas sedih tangismu.
Aku ikhlas melepas genggam erat tanganmu.

Dan aku ikhlas melepas rasa dan sosok yang selama beberapa waktu ini terus menemani rasa ini.
Tapi biarkan aku menyimpan semua kenangan akan KITA utuh. Tanpa aku lepaskan setiap hembusnya, dan aku akan Ikhlas melepas semua itu.

Entah aku harus berterima kasih atau meminta maaf atas segala akhir cerita ini. Dan jangan pernah kamu sesali sekalipun itu menyakitkan, karena aku pun tidak pernah menyesali sedikitpun.
Maaf karena aku adalah rasa tanpa sosok ini, dan terimakasih atas semua rasa dan sosok yang kamu beri  untuk  waktu yang sangat berarti ini.

kamu telah memilih jalan yang terbaik untuk kita, dan aku yakin jalan yang kau pilih baik untuku.

# Aku adalah rasa tanpa sosok dan kamu berikan keduanya untuku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar