Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 15 Oktober 2014

Merindu X Bukan X Merindukanmu



Sudah lama sepertinya kita ada dalam satu cerita ini. Jika kamu bertanya detail waktu itu akan aku jawab tanpa ragu. Kita saling mengenal tidak dengan cara yang bisa. Manaruh kepercayaan pada ketikan setiap tone keyboard untuk mengenal itu adalah kita lampau. Apa kau ingat dimana pertama kali kita saling menyapa? Hingga hari aku masih sangat mengingat detak jatung berdebar saat jabat tangan itu. Aku tahu kamu lah yang akan mengawali cerita kau dan aku. Di hari yang biasa kamu yakinkan aku untuk temani setiap genggam tangan ini, setiap peluk yang begitu membuatku nyaman, tatapan hangat yang kadang aku rindukan. Kita pernah lewati hari yang menua bersama senja merona di ufuk barat. Habisi malam tak peduli dingin yang menusuk karena kita nikmati saat itu. Seringan aku berhayal tentang kita menua bersama duduk di sofa favoritmu dan aku ada di sampingmu tanpa ragu hingga akhir.

Waktu cepat berlalu sepertinya, ya 6 tahun sudah cincin ini melingkar di jariku. Kamu yang selalu bisa menjadi kekasihku, duniaku, sahabatku, penghiburku dan kamu adalah kekuatanku hingga saat ini. Tolong katakan ini bukan akhir dari waktu yang sudah kita lalui.  Bagaimana mungkin aku tidak merindu, saat aku begitu merindukanmu. Semoga kamu tidak lupa akan semua mimpi yang kita tulis bersama. 

#Rasa yang tidak dapat terucap

Senin, 08 September 2014

HatiKu Kembali

Aku tinggalkan kota ini dengam segala harapan dan cita yang pernah ada.
Aku bawa semua kenangan tanpa aku biarkan terberai.
Aku suka dengan senyum bahagia yg tampak dari raut muka yang masih sangat detail dalam ingatan.
Senyum sapa kamu dan semua keluargamu yang selalu hangat dan menjadi favoritku.
Kamu terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun pernikahan itu.
Sekali lagi kamu panggil aku dengan sebutan yang aku rindukan keluar dari bibirmu

"FERDOOONNNN".

Kamu memang wanita yang aku kenal deya.
Tidak pernah sekalipun aku sesali cerita yang tertulis atas nama kita.
Dulu kamu pernah bilang cinta harus di pertanggung jawabkan.
Dan itulah yang aku liat tadi siang minggu 7 september 2014.
Bahagia selalu dalam cerita hidup mu nong.
Dan aku kembali ke kotaku dengan membawa kembali hati yang pernah kamu curi.

Dia

3 dini hari aku masih terjaga. Entah apa yang sedang aku khawatirkan. Badan terasa begitu lelah namun tetap saja mata tidak dapat terpejam, apa yg sedang aku rasa. Hari ini adalah hari lahirku. Bagiku itu tidak lah terlalu penting untuk di ingat. Banyak suara merambat melalui udara masuk kedalam lubang telinga terpantul melalui gendang telinga lalu terekam di dalam otak. Dengkuran detak jam dinding bunyi kenalpot kendaraan dan putaran kipas yg menemani.

Ini bukan kotaku.

200 km aku berada jauh dari tempatku. Ini kota yang dingin. Kota yang pernah aku cintai. Ya pernah tentunya dan terekam lalu tersimpan dengan rapih. Hari ini ada yang sangat berbahagia, bukan aku tapi dia. Selamat untuk dia atas semuanya. Aku selalu berdoa untuk dia, karena semua tentang dia, kehidupan dan yang ada di sekelilingnya begitu baik untuk di kenang. Akhirnya pencarian dia berlabu dengan sangat baik. Akan aku pinta apa yang pernah dia curi. Agar aku pun bisa merasakan apa yang dia rasakan kelak. Akan ku jabat tangannya, akan ku tatap matanya dan ku ambil hatiku kembali.

Dan hingga aku selesai menulis mata ini masih terjaga

Ingatan Kembali

Kalau kamu ada di sini pasti akan suka dengan sore ini. Apakah kamu masih pecinta senja seperti dulu?.

Asap lokomotif kereta, putaran roda saling bersautan. Apakah kamu masih ingin terus bertualang?.

Membuat tulisan tetang semuanya tanpa peduli apapun yang mengomentari. Apakah tulisanmu masih seberani dulu?

Aroma kopi yang keluar saat panasnya air dituangkan dalam cangkir favoritmu. Apakah kopi ini masih nikmat saat hujan hampiri dan kamu aku dekap?

Saat kau terlelap di sampingku, aku suka ekspresi sekalipun kau begitu nyenyaknya. Apakah kau ingat saat kau terbangun aku tersenyum tak lepas di sampingmu?

Rabu, 20 Agustus 2014

Sesederhana mungkin

Sering merindukan yang aku sendiri tidak berani untuk mempertanyakan untuk apa dan mengapa aku harus merasakan itu semua. Mungkin sudah mulai lupa harus mulai dari mana untuk rasa yang bertubi – tubi. Aku sangat menikmati semua yang di sembunyikan begitu rapi, walau tidak jarang beberapa kawan dapat mengetahuinya tanpa harus aku berucap.
Aku suka dengan senyum manis itu, aku suka melihat dia dari berbagai sudut bahkan sesempit apapun itu. Aku suka menatapnya lama – lama tanpa harus dapat balasan tatapan itu. Aku suka cara dia tertawa, yang dapat menyentuh rasa yang lama terlantar. Aku suka cara dia mencaci saat aku tidak dapat menyadarkan apa yang sudah terucap. Aku suka cara dia menatap, terasa begitu dekat walau ku sadar ini semua berjarak.

Pagi itu aku kembali menatapnya dengan jarak yang aku sukai, ya tidak dekat juga tidak jauh. Ntah kenapa senyumnya tidak sering diumbar pagi itu. Aku nikmati setiap geraknya, aku menyukai cara memandang seperti ini. Terasa lama sekali aku tidak menikmati pandangan seperti ini, dan saat itu aku coba untuk tidak menumpahkan semuanya agar aku masih bisa merindukan pandangan seperti ini. Biarkan walau aku hanya bisa menikmatinya dengan cara seperti ini, bahkan aku tidak lagi peduli dengan embel – embelnya. Ini tidaklah cukup memang, tapi aku tetap menikmatinya.  Jangan protes dan jangan demo aku. Karena aku berhak menikmati dengan cara yang aku punya

Jumat, 25 Juli 2014

Celoteh

Banyak hal yang begitu bergejolak akhir – akhir ini, bahkan aku tidak dapat menbendung semua yang membuncah. Bagaimana mungkin aku bisa siap untuk hal yang tidak aku ketahui sebelumnya. Ini begitu mendadak dan bertubi – tubi, bahkan tidak tertampung dengan segala persiapan. Banyak sekali hujatan yang keluar dari tajamnya lidah yang tidak terarah. Kamu tentu selalu belajar sesuatu yang baik dari guru yang baik, kamu selalu mendengar sesuatu yang baik dan membaca hal yang baik pula. Tapi cobalah kamu belajar untuk berfikir yang baik, agar semua yang baik itu tidak terbuang percuma tentunya.


Semoga rasa sakit itu bisa mengajarkan kita agar tidak menyakiti yang lain. Semoga hal buruk yang terjadi tidak membuat kita melakukan hal yang sama terhadap sesama. Semoga kekecewaan ini tidak dirasakan orang lain atas diri kita.

Rabu, 05 Maret 2014

Untuk Kamu Pemilik Senyum Manis

Hey, selamat  atas bertambahnya usia kamu pemilik senyum manis itu. Mungkin sudah terlalu banyak orang yang mendoakan semua yang baik dan memberikan sesuatu di hari ini untuk kamu. Tapi aku hanya ingin sampaikan “kejarlah semua dan jangan pernah berhenti bermimpi, jangan pernah takut atau lelah hadapin masalah, jangan bayangkan yang indah tapi buat itu jadi indah, hargai diri mu agar menjadi berharga, resiko itu bagian dari cerita. Just do it and keep Rock n’ Roll”


AKU

Selalu berfikir sporadis, membuat aku menjadi sosok yang sporadis. Sering aku di tegur atas pikiran dan ucapan dari mulut lidah tajam ini. Ya semua tidak akan seindah apa yang terbayangkan, tapi aku akan buat ini indah tanpa membayangkan. Realita harus aku buat seperti apa yang aku inginkan. Biarkan aku menjadi egois agar aku punya peran. Sebenarnya aku sedang tidak ingin berperan, aku sandarkan tubuh ini dan menjadi penonton. Biarlah yang lain berkata dan berfikir apa yang di inginkan, karena  aku pun akan menjadi apa yang aku inginkan.

Pencarianku tidak berakhir sampai aku masih mendapatkan asupan oksigen yang masuk melalui hidung dan menjalar rongga paru – paru. Harus di ingat jangan selalu bertanya apa yang kau akan dapatkan nanti. Tapi harus selalu berusaha kasih yang baik untuk siapapun. Karena gak akan ada gunanya bila kita tidaklah berguna.

Jangan pernah takut untuk melakukan sesuatu, karena hanya orang gagal yang menggantungkan dan menyalahkan pada takdir.

Aku marah pada orang yang hanya bisa mengeluh.
Ak marah pada orang yang hanya bisa pasrah.
Aku marah pada orang yang hanya menuntut.
Aku marah pada orang penakut.


#Bahkan saat waktu tak berhenti berotasi, aku tetap terjaga.

Kamis, 23 Januari 2014

SKIP!!!

Ingat pertama kali aku melihat kamu di sudut ruang kecil bersama beberapa rekan kerjamu, aku suka.
Ingat pertama kali hampiri kamu dalam satu ruangan lalu aku mencuri pandang, aku suka.
Ingat pertama aku sampaikan salam lewat temanmu, aku suka.
Ingat saat pertama aku coba berkomunikasi, aku suka.
Ingat saat aku datang ke rumahmu, aku suka
Ingat dimana aku dan kamu detail, aku suka.

Banyak sekali detail yang terekam.
Banyak rasa yang membuncah.
Banyak cerita yang tertulis.


Aku simpan malam, hujan, kopi, rasa, senyum, detail, cerita dan semua tentang kamu.


 #Aku suka ending nya, januari gerimis manis yang romantis.