Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 08 September 2014

Dia

3 dini hari aku masih terjaga. Entah apa yang sedang aku khawatirkan. Badan terasa begitu lelah namun tetap saja mata tidak dapat terpejam, apa yg sedang aku rasa. Hari ini adalah hari lahirku. Bagiku itu tidak lah terlalu penting untuk di ingat. Banyak suara merambat melalui udara masuk kedalam lubang telinga terpantul melalui gendang telinga lalu terekam di dalam otak. Dengkuran detak jam dinding bunyi kenalpot kendaraan dan putaran kipas yg menemani.

Ini bukan kotaku.

200 km aku berada jauh dari tempatku. Ini kota yang dingin. Kota yang pernah aku cintai. Ya pernah tentunya dan terekam lalu tersimpan dengan rapih. Hari ini ada yang sangat berbahagia, bukan aku tapi dia. Selamat untuk dia atas semuanya. Aku selalu berdoa untuk dia, karena semua tentang dia, kehidupan dan yang ada di sekelilingnya begitu baik untuk di kenang. Akhirnya pencarian dia berlabu dengan sangat baik. Akan aku pinta apa yang pernah dia curi. Agar aku pun bisa merasakan apa yang dia rasakan kelak. Akan ku jabat tangannya, akan ku tatap matanya dan ku ambil hatiku kembali.

Dan hingga aku selesai menulis mata ini masih terjaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar