Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 27 November 2015

Dua Tujuh




11100 itu angka yang cukup banyak sepertinya, apa lagi jika di tambah 270 makin banyak aja. Bagaimanapun ilmu medis menjelaskan tentang proses terbentuknya manusia. Itu tidak akan se detail apa yang Allah ciptakan, karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik Allah. Aku gak begitu tau kapan detailnya waktu keajaiban itu muncul dari rahin seorang Ibu. Tapi yang aku tahu 27 adalah angka awal mula keajaiban itu datang ke dunia ini, dan itu adalah angkamu.

Ini pertengahan bulan safar pantas saja bulan begitu sempurna, mungkin ingin menyempurnakan  angkamu. Dari 1 sampai 11100 adalah perjalanan yang amat panjang, begitu banyak cerita dan pelajaran yang di dapat. Semoga semua dapat terekam dengan baik, agar kelak menjadi pengalaman yang ada dalam cerita panjang ini.

Jadilah pribadi yang baik untuk diri sendiri dan bukan karena suatu hal. Karena sesungguhnya seseorang harus terus belajar dan berubah menjadi pribadi yang baik sampai akhirnya nanti. Jangan pernah berfikir untuk menyerah apa lagi berkata. Kalau kamu masih sanggup bermimpi, tidak ada kata tidak mungkin untuk meraihnya. Ingatlah senyum mereka yang sempurna saat kita merasa lelah.
Ini bukan ucapan selamat namun ini untukmu.

#bila hujan turun mungkin penyempurna

Sabtu, 11 Juli 2015

Sore di hari ini



Sudah lama rasanya aku tidak menulis. Bukannya tidak ada bintang inspirasi, hanya saja aku biarkan tertahan.

Sudah lebih dari satu bulan ini aku coba keluar dari zona nyaman. Aku tidak menginginkan zona aman yang sudah lama ada dalam hari – hari ini. Kali ini aku berlari, namun saja terlihat tidak begitu kencang. Aku terus berusaha mengejar apa yang meninggalkanku, aku sudah bosan dengan kenyaman yang sudah lama aku nikmati. Terlalu banyak hal yang sudah aku tinggalkan, hingga banyak dari mereka yang jauh di depanku. Tapi ini bukan perlombaan tentang siapa yang tercepat maka dia pemenangnya. Ini bukan kuis, siapa yang banyak memperoleh nilai maka dia sang juara. Ini adalah jalan hidupku yang mana harus aku terus perjuangkan tanpa takut akan menang atau kalah.

Senin, 16 Maret 2015

Biar Ini Terekam


Sudah lama tidak menulis tentang rasa. Datang dan pergi mungkin kembali, itu ungkapan yang tepat untuk satu kata yang kaya makna. Kalian tau saat rinai hujan basahi tanah dan tercium aroma tanah yang basah, itu yang menjadi favoritku. Pernah suatu waktu aku mendaki 3.019 Mdpl, begitu banyak petualangan dalam setiap langkah. Beban yang di pikul cukup membuat menguras banyak energi. Ini bukan pertamakalinya aku mendaki. Aku selalu suka dengat nikmat yang aku lihat ini. Bagaimana mungkin orang terlalu bodoh untuk merusak keindahan yang tidak ternilai nikmatnya. Di malam pertama, kekasihku datang begitu cepat. Mendekap dengan dinginnya seolah tidak memberi kesempatan untuk menikmatinya. Tapi aku selalu suka dengan atmosfer yang tercipta saat akhir dia pergi. Ingat hari terakhir aku turun gunung. Beberapa orang begitu sibuk untuk menutupi dirinya saat kasihku kembali menyapa. Aroma tanah pegunungan terguyur hujan begitu aku nikmati, biarkan dingin ini mendekapku begitu lekat, ya ini begitu lekat dan aku biarkan mendampingi setiap langkah aku menuruni pekatnya malam. Begitu banyak rasa dalam setiap langkah dan aku tidak merasakan dingin yang menghapiri. Ini begitu hangat dan aku biarkan tetap disampingku dan selalu merindu.


#dua 3 empat bahkan jutaan langkah aku menikmatinya