
Sudah lama tidak menulis tentang
rasa. Datang dan pergi mungkin kembali, itu ungkapan yang tepat untuk satu kata
yang kaya makna. Kalian tau saat rinai hujan basahi tanah dan tercium aroma
tanah yang basah, itu yang menjadi favoritku. Pernah suatu waktu aku mendaki
3.019 Mdpl, begitu banyak petualangan dalam setiap langkah. Beban yang di pikul
cukup membuat menguras banyak energi. Ini bukan pertamakalinya aku mendaki. Aku
selalu suka dengat nikmat yang aku lihat ini. Bagaimana mungkin orang terlalu
bodoh untuk merusak keindahan yang tidak ternilai nikmatnya. Di malam pertama,
kekasihku datang begitu cepat. Mendekap dengan dinginnya seolah tidak memberi
kesempatan untuk menikmatinya. Tapi aku selalu suka dengan atmosfer yang
tercipta saat akhir dia pergi. Ingat hari terakhir aku turun gunung. Beberapa orang
begitu sibuk untuk menutupi dirinya saat kasihku kembali menyapa. Aroma tanah
pegunungan terguyur hujan begitu aku nikmati, biarkan dingin ini mendekapku
begitu lekat, ya ini begitu lekat dan aku biarkan mendampingi setiap langkah
aku menuruni pekatnya malam. Begitu banyak rasa dalam setiap langkah dan aku
tidak merasakan dingin yang menghapiri. Ini begitu hangat dan aku biarkan tetap
disampingku dan selalu merindu.
#dua 3 empat bahkan jutaan langkah aku menikmatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar