Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 16 Maret 2015

Biar Ini Terekam


Sudah lama tidak menulis tentang rasa. Datang dan pergi mungkin kembali, itu ungkapan yang tepat untuk satu kata yang kaya makna. Kalian tau saat rinai hujan basahi tanah dan tercium aroma tanah yang basah, itu yang menjadi favoritku. Pernah suatu waktu aku mendaki 3.019 Mdpl, begitu banyak petualangan dalam setiap langkah. Beban yang di pikul cukup membuat menguras banyak energi. Ini bukan pertamakalinya aku mendaki. Aku selalu suka dengat nikmat yang aku lihat ini. Bagaimana mungkin orang terlalu bodoh untuk merusak keindahan yang tidak ternilai nikmatnya. Di malam pertama, kekasihku datang begitu cepat. Mendekap dengan dinginnya seolah tidak memberi kesempatan untuk menikmatinya. Tapi aku selalu suka dengan atmosfer yang tercipta saat akhir dia pergi. Ingat hari terakhir aku turun gunung. Beberapa orang begitu sibuk untuk menutupi dirinya saat kasihku kembali menyapa. Aroma tanah pegunungan terguyur hujan begitu aku nikmati, biarkan dingin ini mendekapku begitu lekat, ya ini begitu lekat dan aku biarkan mendampingi setiap langkah aku menuruni pekatnya malam. Begitu banyak rasa dalam setiap langkah dan aku tidak merasakan dingin yang menghapiri. Ini begitu hangat dan aku biarkan tetap disampingku dan selalu merindu.


#dua 3 empat bahkan jutaan langkah aku menikmatinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar