Dia
Malam memang selalu terlihat indah buat ku, selalu merasakan
kenyamanan atas nama malam. Hujan mengguyur hampir seperempat waktu malam,
menambah semua keindahan atas namanya.
Kali ini aku tidak sendiri, kali ini aku tidak sepi, kali
ini aku tidak menikmati dengan hati yang sepi. Dia datang menemani ketika aku
membutuhkan kehangatan, membutuhkan sebuah
cerita nyata. Ya dia seorang yang
tidak di undang, membuat semua cerita ini berputar seperti sebuah roda.
Mewarnai setiap sudut kisah, setiap cerita yang seolah kembali baru di mulai.
Hey kau disana, dingin di awal cerita, pandangan yang sinis,
mahal sangat senyuman itu. Aku ingat semua tentang awal pertemuan kita. Kau
beri tangan dan berjabatan lah kita, begitu dingin tatapanmu untuk awal cerita
ini. Hey memangnya engkau dilahirkan seperti itu. Mungkin memang dia dilahirkan
untuk membuat semua orang kesal di awal pertemuan.
Dalam pertemuan selanjutnya semua berubah, sapa dan senyumanmu
membuatku kembali bertanya. Siapa,
bagaimana, seperti apa dia sebenarnya. Ntah mengapa semua begitu menyenangkan,
semua begitu berbeda, semua begitu nyaman.
Pernah dulu kutemui orang seperti dia, seorang yang selalu
memberi senyum, memberi cerita, memberi tawa, dan aku nyaman di buatnya. Berharap
cerita ini selalu untuku, berharap dia akan temaniku kelak. Semua yang dia
punya, dia lakukan, dia buat, membuatku terhanyut dalam cerita ini. #1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar