Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 25 November 2011

Hari Yang Biasa


Di pagi hari yang biasa, aku terbangun oleh sentakan suara ayahku, hahahaha rupanya dia bangun kesiangan dan minta d anterin. Dengan nyawa yang belum sepenuhnya menyatu, mencoba alihkan perhatian kasur, guling bantal dan semua temanya.  Seperti prajurit yang harus sigap terhadap apapun ku bangun dan mengambil pakaian yang usang dan celana cordoray. Kucoba untuk mengeluarkan blu, dengan setengah sadar kucoba dengan susah payah. Huft ternyata belum selesai pula tugas ku ini. Satu hal yang paling penting lagi untuk si blu, yaitu membangunkan dia sungguh merepotkan.
Kulihat jam menunjukan jam 7.30 am. Ku coba untuk tetap terjaga walau badan ini masih sangat lelah. Kunyalakan kotak ajaib yang sudah lama aku tidak menggunakanya. Ada acara tentang kebahagian sepasang  manusia dari orang yang sangat penting di negri ini. Awalnya sangat lah biasa, tidak ada yang menarik. Tetapi ntah kenapa hati ini seolah terguncang dengan adegan yang  ada di dalam kotak ajaib itu. Tidak perna di dalam hidup ini sekalipun merasakan hal semacam ini. Setetes dua tetes air mata tiba2 jatuh dari kedua mata ini, aku tidak atau pasti apa penyebabnya.
Apakah aku punya kekhawatiran  terhadap diri ini setelah melihat hal seperti itu?
Apakah aku cukup takut untuk menghadapinya?
Atau adakah yang lain yang kurasa sehingga harus air mata ini keluar?

#pagi dan air mata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar